Puisi Bila Merindukan Seseorang

Jumat, 10 Mei 2013

Kumpulan Puisi Rindu - Bila merindukan seseorang itu tandanya cinta dan puisi rindu akan coba kami sediakan dimana sebelumnya memang banyak sekali permintaan untuk memposting puisi rindu yang bisa dinikmati oleh para sobat semua karena semua ada disini untuk info yang dibutuhkan.


kumpulan puisi rindu
kumpulan puisi rindu

Mengalami rindu tentunya sangat menyiksa pasti,namun agar rasa itu tidak menyiksa anda maka beberapa puisi rindu yang disediakan disini mungkin bisa membantu untuk mengobati rasa rindu dengan memberikan puisi rindu yang tentu saja merupakan sebuah ungkapan untuk dahaga rindu.

Dengan demikian maka tanpa banyak cerita lagi,langsung saja sobat semuanya menikmati atau menyimak beberapa puisi rindu terbaik yang memang kami pilihkan spesial buat anda semua seperti yang ada dibawah ini.

kumpulan puisi rindu
===============

Adakah engkau disana sepertiku
Memasuki dunia hayalanku yang mencaci
Aku berhayal berduaan dengan mu
Dimana aku dapat tertawa bersamamu, menggenggam tanganmu

Wahai cintaku disana
Mengapa kau tak mengenaliku
Kau tak tahu apa yang ada di hatiku
Kau tak tahu jika aku memandingi wajah indahmu

Adakah engkau disana sepertiku
Yang tidak sadarkan diri akan cinta yang bersemi
Yang tak mampu mengucapkan kedalaman kerinduan
Saat berhadapan dengan mu

Aku yang terkurung di ruang cinta dan kerinduan ku
Tak dapat berucap padamu, bahkan walau telah menyentuhmu
Setiap menatap matamu terasa menusuk ke jantung hati ku
Engkau cintaku, cinta terpendamku
Engkau rinduku, rindu tak bertuanku.

============================

Akan ke manakah angin melayang
Tatkala turun senja nan muram
Pada siapa lagu kuangankan
Kelam dalam kabut rindu tertahan

Datanglah engkau berbaring di sisiku
Turun dan berbisik tepat di sampingku
Belenggulah seluruh tubuh dan sukmaku
Kuingin menjerit dalam pelukanmu

Akan kemanakah berarak awan
Bagi siapa mata kupejamkan
Pecah bulan dalam ombak lautan
Dahan-dahan di hati berguguran

=============================

Jika bintang-bintang sudah tidak dapat lagi menemani
Biarlah ku nikmati kesunyian ini

Jika puisi indah sudah tak dapat lagi mewakili perasaan ini
Biarlah ku nikmati kehampaan ini
Mungkin air mata yang tulus
Akan lebih bermakna daripada tawa penuh dusta

Semoga kerinduan ini kan segera berakhir
Seiring ku dapatkan kerinduan baru yang lebih bermakna
Dan dapat membuat ku bahagia

============================

Meski sejenak bertemu, aku bahagia bisa kembali melihatmu
Di batas-batas kerinduan dan kehampaan tak terasa airmata menetes di pipiku

Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada
Baru kumengerti bahwa rasa tak pernah pergi dan sepertinya takkan terganti

Sekeras apapun kumencoba, selemah apapun daya tuk mengingatnya
Hati miliki pilihannya sendiri yang tak bisa diatur oleh akal

Kukira aku sudah berhenti berharap di sekian waktu yang lalu
Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu
Kukira aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu
Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah
Hanya setumpuk perkiraanku saja yang salah

============================

ya aku si bodoh yang melakukan kebodohan..
setiap rasa yang kurasakan tak ingin kuungkapkan..
setiap aku melihat tentangnya tak ingin kuperlihatkan..
rasa diatas segala rasa yang tak prnah kumerasa..
ini ada atau tak pernah berada..
aku justru tak tau harus bagaimana memahaminya..

=============================

ah ini hanya rasa tanpa pemilik..
tak dapat dilihat namun sangat menggelitik..
kau menarik, namun tak begitu cantik..
ku ingin mengungkap kata yang antik dan unik..
tapi bagaimana aku mengungkapnya padamu wahai ratu pemantik..
api ini telah meluas hingga sudut sudut kecil yang tak dapat kutilik..

=============================

aku tak mau merubah apapun tentang itu..
sekarang kau begini dan sering membuatku buntu..
kucoba keluarkan di otak kakan dan kiriku..
hanya batu yang muncul dalam imajinasiku yang lucu..

============================

Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang meratap
Pada debu yang pastikan hinggap

Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Puisi Rindu © 2011 | Designed by Puisi Cinta, Puisi Rindu Online Puisi, Puisi Terbaru and Puisi Terupdate